Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 42

akan mengurangi reputasinya, juga tidak menarik perhatian orang-orang, serta tidak dipermasalahkan dalam Hukum Islam. Penyebab utama orang suka bergaya adalah karena memamerkan kelebihan pakaian dan kekayaan mereka.
Demikian pula bangga dengan kemewahan, atau mempunyai rumah yang megah, atau memiliki banyak perabotan, pelayan dan hewan ternak. Namun, jika seseorang memiliki tanah, menanam dan memanennya, kemudian membatasi konsumsinya, serta membagi-bagikan keuntungannya kepada mereka yang membutuhkan, sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta, maka orang itu telah memperoleh keutamaan dari harta miliknya. Sungguh terpuji perilaku berpaling dari kekayaan, begitu pula puas dengan yang sedikit, meskipun tidak ada yang tersisa setelah menghabiskan dengan cara yang benar.
Akhlak terpuji Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya

Beberapa sifat terpuji dan perilaku mulia bisa diperoleh dengan berusaha keras. Para ulama bersepakat bahwa orang yang memilikinya tentu berbudi luhur, meski hanya sedikit sifat dan perilaku terpuji yang dimilikinya akan menjadikannya sebagai orang yang layak dihormati. Hukum Islam memuji orang-orang tersebut, dan memerintah mereka tetap berperilaku terpuji serta menjanjikan mereka pahala dan kebahagiaan yang terus menerus. Beberapa sifat-sifat ini, digambarkan sebagai bagian dari sifat-sifat kenabian, namun umumnya dikenal sebagai "Akhlak yang baik". Akhlak yang baik terdiri dari kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan tingkah laku yang seimbang, yang moderat dan tidak ekstrim.
Segala kesempurnaan akhlak terpuji telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Allah memuji kesempurnaan akhlak baginda dengan berfirman, "Dan sungguh engkau (Muhammad) benar-benar diatas budi pekerti yang luhur." (Al-Qalam,68:4).
Siti Aisyah, istri Nabi dan Ibu orang-orang beriman, semoga Allah meridhainya, menggambarkan akhlak terpuji Nabi seraya berkata, "Akhlak baginda adalah Al-Qur'an. Dia ridha dengan ridhanya Nabi dan marah dengan marahnya Nabi."
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
Sahabat Anas telah memperhatikan segala perilaku baginda dan berkata, "Rasulullah adalah manusia yang paling bagus akhlaknya." Ali bin Abi Thalib juga mengatakan hal yang sama.