-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 43
Para ulama Islam bersepakat sifat-sifat mulia yang terdapat didalam diri baginda merupakan pembawaan asli sejak lahir. Tanpa berusaha dan tanpa belajar dari orang lain, baginda telah mempunyai sifat mulia tersebut. Baginda menerima karunia itu melalui kemurahan Penguasanya sebagai hadiah istimewa.
Sifat-sifat serupa juga ada pada diri nabi Isa, Musa, Yahya, Sulaiman, dan para nabi mulia lainnya. Telah muncul sifat-sifat mulia sejak masa kanak-kanak mereka, dan berlanjut serta bertambah kokoh pada masa kenabian mereka. Sifat-sifat mulia melekat dalam diri mereka sejak mereka diciptakan, dan mereka juga telah diberi pengetahuan dan kebijaksanaan.
Allah berbicara tentang Nabi Yahya seraya berfirman, "'Wahai Yahya, ambillah Al Kitab secara kuat dan Kami telah memberinya Hukum selagi masih kanak-kanak." (Maryam,19:12). Para ahli tafsir berkomentar, sejak kecil Nabi Yahya telah diberi ilmu pengetahuan tentang Kitab Allah Yang Maha Tinggi.
Allah berfirman, "yang membenarkan Kalimat dari Allah." (Ali-Imran,3:39)
Allah memberi Nabi Yahya pengetahuan tentang Kitab-Nya, semenjak beliau masih kanak-kanak.
Sewaktu masih dalam buaian ibunya, Nabi Isa telah berbicara dan berkata, "Sungguh aku penyembah Alllah. Dia memberiku Al-Kitab dan menjadikanku seorang nabi." (Maryam,19:30).
Tentang Nabi Sulaiman, Allah berfirman, "Maka Kami memahamkannya pada Sulaiman, dan masing-masing telah Kami berikan Hukum dan Pengetahuan." (Al-Anbiya',21:79).
Nabi Sulaiman telah dianugerahi kemampuan dalam bidang hukum, sejak beliau masih kanak-kanak. Menengok sejenak kisah terkenal seorang wanita yang hendak dirajam, serta kisah perebutan bayi, dimana Nabi Daud (ayah Nabi Sulaiman) sependapat dengan keputusan yang dibuat Nabi Sulaiman. Imam At-Tobari mengatakan Nabi Sulaiman berusia dua belas tahun ketika menjadi seorang raja.
Allah berfirman, "Kami benar-benar telah memberi Ibrahim kebenarannya dari sebelumnya, dan Kami mengetahui dia." (Al-Anbiya', 21:51). Mujahid dan para ahli tafsir menjelaskan bahwa Allah memberi petunjuk Nabi Ibrahim semenjak beliau masih sangat muda.
Saat masih kecil Nabi Yusuf dilemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya. Mengenai Nabi Yusuf, Allah berfirman, "Dan telah Kami wahyukan kepadanya, engkau benar-benar akan mengabari mereka dengan urusan mereka ini, sedang mereka tidak menyadari." (Yusuf,12:15)
Uraian diatas hanyalah sekelumit contoh, masih banyak contoh lainnya yang tidak dipaparkan.
Baginda bersabda, "Aku tidak tergoda dengan praktek-praktek yang ada di zaman jahiliyyah, kecuali pada dua kesempatan, lalu Allah melindungiku dari keduanya, dan aku tidak pernah tergoda lagi. "
Semua nabi diberi kemampuan sempurna dalam mengendalikan urusan mereka. Keberkatan Allah meliputi mereka dan cahaya keimanan bersinar di hati mereka, sehingga memungkinkan mereka mencapai tujuan mereka. Mereka mampu menggapai tujuan, karena Allah telah memilih mereka untuk menjadi nabi-Nya, dan mengkaruniai mereka sifat-sifat mulia, yang mereka peroleh tanpa pengalaman atau latihan. Allah berfirman, "Dan ketika telah mencapai kedewasaannya dan matang pikiran, Kami memberinya Hukum dan Ilmu." (Al-Qasas,28:14).
Sebagian manusia, ada yang mempunyai pembawaan alami yang baik sejak lahir, namun biasanya hanya sedikit sifat mulia yang terdapat dalam dirinya. Orang yang terlahir dengan beberapa pembawaan yang baik, dengan mengharap pertolongan Allah, akan lebih mudah jika berusaha menyempurnakan sifat mulia tersebut. Bisa dilihat ada anak-anak yang diberi Allah bakat kepandaian, kejujuran, dan ada pula yang pemurah, dapat dipercaya, ataupun yang berperilaku bagus, namun juga ada yang memiliki sifat kebalikannya.
Dengan berusaha, berjuang keras dan berlatih secara langsung, akan dapat menutupi kekurangan seseorang,
Sifat-sifat serupa juga ada pada diri nabi Isa, Musa, Yahya, Sulaiman, dan para nabi mulia lainnya. Telah muncul sifat-sifat mulia sejak masa kanak-kanak mereka, dan berlanjut serta bertambah kokoh pada masa kenabian mereka. Sifat-sifat mulia melekat dalam diri mereka sejak mereka diciptakan, dan mereka juga telah diberi pengetahuan dan kebijaksanaan.
Allah berbicara tentang Nabi Yahya seraya berfirman, "'Wahai Yahya, ambillah Al Kitab secara kuat dan Kami telah memberinya Hukum selagi masih kanak-kanak." (Maryam,19:12). Para ahli tafsir berkomentar, sejak kecil Nabi Yahya telah diberi ilmu pengetahuan tentang Kitab Allah Yang Maha Tinggi.
Allah berfirman, "yang membenarkan Kalimat dari Allah." (Ali-Imran,3:39)
Allah memberi Nabi Yahya pengetahuan tentang Kitab-Nya, semenjak beliau masih kanak-kanak.
Sewaktu masih dalam buaian ibunya, Nabi Isa telah berbicara dan berkata, "Sungguh aku penyembah Alllah. Dia memberiku Al-Kitab dan menjadikanku seorang nabi." (Maryam,19:30).
Tentang Nabi Sulaiman, Allah berfirman, "Maka Kami memahamkannya pada Sulaiman, dan masing-masing telah Kami berikan Hukum dan Pengetahuan." (Al-Anbiya',21:79).
Nabi Sulaiman telah dianugerahi kemampuan dalam bidang hukum, sejak beliau masih kanak-kanak. Menengok sejenak kisah terkenal seorang wanita yang hendak dirajam, serta kisah perebutan bayi, dimana Nabi Daud (ayah Nabi Sulaiman) sependapat dengan keputusan yang dibuat Nabi Sulaiman. Imam At-Tobari mengatakan Nabi Sulaiman berusia dua belas tahun ketika menjadi seorang raja.
Allah berfirman, "Kami benar-benar telah memberi Ibrahim kebenarannya dari sebelumnya, dan Kami mengetahui dia." (Al-Anbiya', 21:51). Mujahid dan para ahli tafsir menjelaskan bahwa Allah memberi petunjuk Nabi Ibrahim semenjak beliau masih sangat muda.
Saat masih kecil Nabi Yusuf dilemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya. Mengenai Nabi Yusuf, Allah berfirman, "Dan telah Kami wahyukan kepadanya, engkau benar-benar akan mengabari mereka dengan urusan mereka ini, sedang mereka tidak menyadari." (Yusuf,12:15)
Uraian diatas hanyalah sekelumit contoh, masih banyak contoh lainnya yang tidak dipaparkan.
Baginda bersabda, "Aku tidak tergoda dengan praktek-praktek yang ada di zaman jahiliyyah, kecuali pada dua kesempatan, lalu Allah melindungiku dari keduanya, dan aku tidak pernah tergoda lagi. "
Semua nabi diberi kemampuan sempurna dalam mengendalikan urusan mereka. Keberkatan Allah meliputi mereka dan cahaya keimanan bersinar di hati mereka, sehingga memungkinkan mereka mencapai tujuan mereka. Mereka mampu menggapai tujuan, karena Allah telah memilih mereka untuk menjadi nabi-Nya, dan mengkaruniai mereka sifat-sifat mulia, yang mereka peroleh tanpa pengalaman atau latihan. Allah berfirman, "Dan ketika telah mencapai kedewasaannya dan matang pikiran, Kami memberinya Hukum dan Ilmu." (Al-Qasas,28:14).
Sebagian manusia, ada yang mempunyai pembawaan alami yang baik sejak lahir, namun biasanya hanya sedikit sifat mulia yang terdapat dalam dirinya. Orang yang terlahir dengan beberapa pembawaan yang baik, dengan mengharap pertolongan Allah, akan lebih mudah jika berusaha menyempurnakan sifat mulia tersebut. Bisa dilihat ada anak-anak yang diberi Allah bakat kepandaian, kejujuran, dan ada pula yang pemurah, dapat dipercaya, ataupun yang berperilaku bagus, namun juga ada yang memiliki sifat kebalikannya.
Dengan berusaha, berjuang keras dan berlatih secara langsung, akan dapat menutupi kekurangan seseorang,