-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 101
semakin dekatnya baginda dan dekatnya baginda selama Isro’ Mi’roj, dimana Allah berfirman, "Kemudian dia telah dekat, lalu bertambah dekat; maka menjadi dua ujung busur panah atau lebih dekat." (An-Najm,53:8-9). Sebagian besar ahli tafsir telah menjelaskan, ayat tersebut merujuk kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang 'telah dekat' dan 'bertambah dekat' ke Malaikat Jibril atau sebaliknya, atau salah satu dari keduanya dekat ke Sidrotul Muntaha.
Rozi menceritakan bahwa Ibnu Abbas telah berkata: ''Baginda Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah dekat dan menjadi dekat dengan Penguasanya.''
Hendaknya dipahami bahwa 'Bertambah dekat' dan 'kedekatan', 'dari' atau 'kepada' Allah, bukanlah dekat seperti di alam manusia yang dibatasi tempat, ruang dan waktu, dan sama sekali tidak bisa dibandingkan.
Semakin dekatnya Nabi Muhammad kepada Penguasanya dan kedekatan kepada-Nya, mempunyai arti keagungan kedudukan baginda, kemuliaan peringkat baginda, kemegahan cahaya pengetahuan baginda yang telah menyaksikan rahasia alam gaib dan kekuasaan Allah, serta kebaikan, kesejukan dan kemurahan yang datang kepada baginda dari Allah.
Rozi menceritakan bahwa Ibnu Abbas telah berkata: ''Baginda Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah dekat dan menjadi dekat dengan Penguasanya.''
Hendaknya dipahami bahwa 'Bertambah dekat' dan 'kedekatan', 'dari' atau 'kepada' Allah, bukanlah dekat seperti di alam manusia yang dibatasi tempat, ruang dan waktu, dan sama sekali tidak bisa dibandingkan.
Semakin dekatnya Nabi Muhammad kepada Penguasanya dan kedekatan kepada-Nya, mempunyai arti keagungan kedudukan baginda, kemuliaan peringkat baginda, kemegahan cahaya pengetahuan baginda yang telah menyaksikan rahasia alam gaib dan kekuasaan Allah, serta kebaikan, kesejukan dan kemurahan yang datang kepada baginda dari Allah.