-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 134
Pembaca yang budiman, Allah menciptakan pengetahuan tentang diri-Nya, Nama-Nama dan Sifat Sifat-Nya serta semua perintah-Nya, kedalam hati para hamba yang dikehendaki-Nya, secara langsung tanpa perantara, jika Dia berkehendak. Hal ini terjadi pada sebagian para nabi. Allah berfirman, "Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah hendak berbicara dengannya melainkan dengan Wahyu." (Asy-Syuro,42:51).
Pengetahuan tentang hal-hal tersebut, juga bisa sampai kepada para hamba melalui perantara yang mengirimkan kata-kata-Nya. Perantara tersebut mungkin bukan manusia, seperti para malaikat yang menyampaikan kata-kata Allah kepada para nabi, atau dari golongan manusia seperti para nabi dan umat-umat mereka. Bukti intelektual menyatakan hal tersebut diperbolehkan serta tidak mustahil.
Para rasul datang dengan membawa bukti-bukti kebenaran termasuk mukjizat mereka. Mukjizat mereka yang diluar jangkauan manusia benar-benar menunjukkan kebenaran mereka. Karena para nabi adalah orang-orang yang amanah dan jujur, maka wajib bagi umat membenarkan segala apa yang mereka bawa, sebab mukjizat disertai tantangan, dan tak seorangpun yang mampu menghadang tantangan. Allah telah berfirman, "Hamba-Ku telah mengucapkan kebenaran, maka patuhilah dia dan ikutilah dia." Apa yang dicontohkan ini menyadarkan kita bahwa Allah telah memberi kesaksian kebenaran Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Bagi yang berminat mengenal lebih jauh tentang pengetahuan keislaman, dapat melihat referensi keislaman lainnya.
Dalam bahasa arab, "kenabian" berasal dari kata "naba-a", bermakna "berita". Maksudnya adalah bahwa Allah memberikan pengetahuan perkara gaib kepada para nabi-Nya, dan mengajarkan setiap orang bahwa para nabi-Nya itu memang telah diutus menjadi seorang nabi. Para nabi telah diberi informasi pengetahuan perkara gaib, karena itu mereka mampu menyampaikan informasi tersebut dan memproklamirkan kepada orang lain apa yang telah Allah kirim kepada mereka. Bila kata "naba'a" dibaca tanpa huruf "Hamzah (a)" maka asal katanya mempunyai arti "yang tumbuh dari bumi", ini merupakan indikasi bahwa para nabi memiliki kedudukan dan derajat yang mulia disisi Penguasa mereka. Kedua makna diatas berlaku untuk semua nabi.
Kata bahasa arab untuk rasul adalah "ar-rasul" yaitu orang yang diutus. Dengan diutus, maka mereka diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan risalah yang dipercayakan kepada mereka kepada umat mereka. "ar-rasul" berasal dari kata suksesi, dengan kata lain, yang menggantikan orang lainnya. Seorang rasul menanggung kewajiban untuk menyampaikan Pesan (risalah) yang dipercayakan kepadanya, dan menjadi kewajiban umat untuk menerima dan mengikutinya, seperti telah diwajibkan atas para umat sebelumnya untuk mengikuti rasul mereka masing-masing.
Para ulama berbeda pendapat mengenai nabi dan rasul, apakah sama atau berbeda? Kedua kata tersebut memiliki kesamaan, yaitu berasal dari kata "berita", yang berarti "pemberitahuan".
Para ulama yang mengatakan sama, mendasarkan opini mereka pada ayat berikut, "Dan Kami tidak mengutus dari sebelummu baik seorang rasul maupun seorang nabi melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syetan memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syetan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Al-Hajj,22:52)
Ayat tersebut menegaskan bahwa nabi dan rasul, sama-sama diutus. Karenanya, nabi adalah seorang rasul dan rasul adalah seorang nabi, maka mereka sama-sama mempunyai pangkat sebagai nabi. Mereka memberitahu hal-hal yang gaib serta mengajari orang-orang tentang derajat kenabian supaya orang-orang mengenali kedudukan agung mereka dan mengikuti mereka.
Disisi lain, ada perbedaan antara
Pengetahuan tentang hal-hal tersebut, juga bisa sampai kepada para hamba melalui perantara yang mengirimkan kata-kata-Nya. Perantara tersebut mungkin bukan manusia, seperti para malaikat yang menyampaikan kata-kata Allah kepada para nabi, atau dari golongan manusia seperti para nabi dan umat-umat mereka. Bukti intelektual menyatakan hal tersebut diperbolehkan serta tidak mustahil.
Para rasul datang dengan membawa bukti-bukti kebenaran termasuk mukjizat mereka. Mukjizat mereka yang diluar jangkauan manusia benar-benar menunjukkan kebenaran mereka. Karena para nabi adalah orang-orang yang amanah dan jujur, maka wajib bagi umat membenarkan segala apa yang mereka bawa, sebab mukjizat disertai tantangan, dan tak seorangpun yang mampu menghadang tantangan. Allah telah berfirman, "Hamba-Ku telah mengucapkan kebenaran, maka patuhilah dia dan ikutilah dia." Apa yang dicontohkan ini menyadarkan kita bahwa Allah telah memberi kesaksian kebenaran Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Bagi yang berminat mengenal lebih jauh tentang pengetahuan keislaman, dapat melihat referensi keislaman lainnya.
Dalam bahasa arab, "kenabian" berasal dari kata "naba-a", bermakna "berita". Maksudnya adalah bahwa Allah memberikan pengetahuan perkara gaib kepada para nabi-Nya, dan mengajarkan setiap orang bahwa para nabi-Nya itu memang telah diutus menjadi seorang nabi. Para nabi telah diberi informasi pengetahuan perkara gaib, karena itu mereka mampu menyampaikan informasi tersebut dan memproklamirkan kepada orang lain apa yang telah Allah kirim kepada mereka. Bila kata "naba'a" dibaca tanpa huruf "Hamzah (a)" maka asal katanya mempunyai arti "yang tumbuh dari bumi", ini merupakan indikasi bahwa para nabi memiliki kedudukan dan derajat yang mulia disisi Penguasa mereka. Kedua makna diatas berlaku untuk semua nabi.
Kata bahasa arab untuk rasul adalah "ar-rasul" yaitu orang yang diutus. Dengan diutus, maka mereka diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan risalah yang dipercayakan kepada mereka kepada umat mereka. "ar-rasul" berasal dari kata suksesi, dengan kata lain, yang menggantikan orang lainnya. Seorang rasul menanggung kewajiban untuk menyampaikan Pesan (risalah) yang dipercayakan kepadanya, dan menjadi kewajiban umat untuk menerima dan mengikutinya, seperti telah diwajibkan atas para umat sebelumnya untuk mengikuti rasul mereka masing-masing.
Para ulama berbeda pendapat mengenai nabi dan rasul, apakah sama atau berbeda? Kedua kata tersebut memiliki kesamaan, yaitu berasal dari kata "berita", yang berarti "pemberitahuan".
Para ulama yang mengatakan sama, mendasarkan opini mereka pada ayat berikut, "Dan Kami tidak mengutus dari sebelummu baik seorang rasul maupun seorang nabi melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syetan memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syetan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Al-Hajj,22:52)
Ayat tersebut menegaskan bahwa nabi dan rasul, sama-sama diutus. Karenanya, nabi adalah seorang rasul dan rasul adalah seorang nabi, maka mereka sama-sama mempunyai pangkat sebagai nabi. Mereka memberitahu hal-hal yang gaib serta mengajari orang-orang tentang derajat kenabian supaya orang-orang mengenali kedudukan agung mereka dan mengikuti mereka.
Disisi lain, ada perbedaan antara