Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 135

nabi dan rasul, diantaranya adalah seorang rasul diutus untuk menyampaikan risalah kepada umat, sedangkan seorang nabi diutus untuk dirinya sendiri.
Ulama lainnya menafsirkan kata-kata didalam surah Al Hajj diatas menjadi, "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun pada umat maupun seorang nabi …"
Beberapa ulama mengatakan bahwa rasul adalah mereka yang membawa ajaran (syariat) baru, sedang yang tidak membawa syariat baru adalah nabi, bukan rasul, meskipun mereka diperintah untuk menyampaikan risalah dan memberi peringatan.
Para ulama telah bersepakat bahwa setiap rasul menempati posisi sebagai nabi, tetapi tidak setiap nabi adalah rasul. Rasul pertama adalah Nabi Adam sedang yang terakhir adalah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atas semua nabi utusan Allah.
Abu Dzar memaparkan sabda Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kepada para Sahabatnya, bahwa ada sekitar 124.000 nabi, dimana 313 diantaranya adalah rasul.
(Sisipan Syeikh Darwish: Kata bahasa Arab untuk wahyu adalah "wahy", dan asal katanya bermakna, "mempercepat". Ketika Allah mengirim kata-kata secara cepat untuk nabi-Nya, maka disebut dengan wahyu. Wahyu terdiri dari tiga jenis. Pertama: wahyu yang disertai tantangan, disebut Al Qur'an, yaitu Firman Allah tanpa suara dan huruf. Kedua: wahyu yang berisi makna dari Allah namun dinyatakan dalam kata-kata Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, disebut kutipan Ilahi (hadis Qudsi). Setiap kali menyebut hadis Qudsi, baginda selalu berkata, "Sebagaimana Allah berfirman." Ketiga: wahyu yang menginspirasi Nabi untuk berbicara dengan kata-kata yang fasih dan khas, disebut Kutipan Kenabian atau Hadis.)
"Wahyu" adalah berasal dari kata "al-waha" yang berarti "secara cepat". Juga bisa bermakna kerahasiaan, karena itulah, secara sederhana ilham dari Allah disebut Wahyu. Ilham inilah yang Dia cetak kedalam hati tanpa perantara. Allah berfirman, "Kami wahyukan kepada ibu Musa '" (Al-Qashash,28:7) - berarti Dia mencetak ilham kedalam hati ibu Musa. Dari firman Allah, "Ini bukan kepunyaan manusia manapun bahwa Allah hendak berbicara kepadanya melainkan dengan Wahyu" (Asy-Syuuro,42:52). Maka Wahyu juga bermakna apa yang Allah letakkan kedalam hati tanpa perantaraan apapun.
Arti Mukjizat
Keajaiban yang diberikan kepada seorang nabi digolongkan sebagai mukjizat, karena diluar jangkauan setiap usaha manusia dan tak ada seorangpun yang mampu menirunya. Ada dua macam kondisi didalam mukjizat:
Pertama: Sesuatu yang manusia memiliki potensi untuk melakukan, tetapi mereka menjadi lemah untuk bisa melakukannya. Lemahnya mereka adalah karena Allah mencegah mereka melakukannya, karena untuk menunjukkan kebenaran nabi-Nya. Misalnya, tidak ada manusia yang sanggup menyusun sesuatu yang sebanding dengan Al-Qur'an.
Kedua: Sesuatu yang di luar jangkauan seluruh manusia dan mereka tidak berdaya berbuat yang sepertinya. Contohnya adalah: menghidupkan orang mati, merubah tongkat menjadi ular raksasa, mengeluarkan unta betina dari batu besar, membuat pohon bisa berbicara, mengalirkan air dari jari-jari, dan membelah bulan. Tidak mungkin ada orang yang mampu melakukan semua itu. Hanya Allah yang berkuasa atas hal-hal ajaib tersebut, dimana merupakan mukjizat yang diberikan kepada para nabi-Nya dan dikirim ke tangan mereka.