Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 136

Pada mukjizat ada tantangan untuk siapapun yang mendustakan dan menyangkalnya, yaitu dengan menantang mereka menghasilkan sesuatu yang serupa, meski ternyata tak ada yang mampu.
Hendaknya diketahui, berbagai mukjizat yang muncul didalam diri Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, merupakan bukti kenabian dan tanda kebenaran baginda. Ini karena baginda adalah rasul dan penutup para nabi yang diberi mukjizat paling banyak jumlahnya, serta tanda-tanda dan bukti-bukti yang paling jelas. Mukjizat baginda terlalu banyak untuk bisa dihitung. Jika ayat-ayat Al-Qur'an adalah mukjizat, dan Al-Qur'an sendiri juga mukjizat, maka mukjizat baginda menjadi tak terkira jumlahnya, seribu, dua ribu atau bahkan lebih banyak.
Pakar Ilmu Keislaman mengungkap bahwa baginda pernah menantang untuk membuat sebuah surah yang serupa Al-Qur'an, namun tak ada yang mampu memenuhi tantangan tersebut, meski untuk surah terpendek sekalipun seperti "Al Kausar", bahkan walaupun hanya satu ayat yang serupa Al-Qur'an. Surah AlKausar ini saja memiliki sejumlah keajaiban, belum surah-surah yang lainnya.
Dua kategori mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya:
Kategori pertama terdiri dari sesuatu yang diketahui oleh umum dan diriwayatkan melalui banyak orang. Contohnya yaitu Al-Quran. Semua orang meyakini dan mengakui bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah menyampaikannya. Melalui baginda, mukjizat Al-Qur'an bisa nampak, dan baginda juga telah menggunakannya sebagai dalil (bukti).
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Al-Qur'an adalah mukjizat dan berisi banyak mukjizat. Fakta bahwa tak seorangpun mampu meniru Al-Qur’an tak bisa dibantah lagi, apalagi penyelidikan yang mendalam juga telah membuktikannya.
Seorang ulama Islam menjelaskan, Prinsip tersebut relevan dengan tanda-tanda yang muncul, yang melampaui fenomena normal, dan telah terjadi di tangan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mencapai tingkat yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Orang yang beriman maupun orang kafir tidak membantah berbagai hal-hal luar biasa yang terjadi ditangan baginda. Namun orang-orang kafir menuduh bahwa semua keajaiban tersebut bukan dari Allah, mereka hanya menganggapnya sebagai perkara yang tidak biasa terjadi.
Kategori kedua terdiri dari perkara-perkara yang tidak mencapai tingkatan Al-Qur'an. Kategori ini dibagi menjadi dua macam. Salah satunya terdiri dari mukjizat sangat terkenal, yang ditransmisikan dalam bentuk hadis, serta peristiwa-peristiwa kenabian (sirah), seperti mukjizat air memancar dari sela jari-jemari baginda, dan makanan yang sedikit menjadi berlimpah. Ada juga keajaiban yang hanya diketahui sedikit orang, akibatnya hanya sedikit yang meriwayatkannya dan tidak terlalu dikenal secara luas oleh banyak orang seperti halnya kategori pertama, namun ditemukan kesahihan dan kecocokannya sehingga kebenaran mukjizat menjadi terbukti.
Adapun tanda-tanda yang diberikan kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sudah dikenal dimana-mana. Misalnya peristiwa bulan terbelah dua, keajaiban besar ini telah tercatat dan diberitakan, baik didalam Al-Qur'an maupun Hadis (Perkataan Kenabian).
Tak bisa dipungkiri, kebenaran mukjizat baginda telah terbukti secara mutlak. Tak sepatutnya siapapun menganggap sebaliknya apa yang sudah dibuktikan secara mutlak. Apalagi kebenaran mukjizat baginda telah didukung laporan-laporan sah yang ditransmisikan dari berbagai sumber yang berbeda. Oleh karena itu, kebenaran mukjizat hendaknya ditegakkan bukannya malah ditinggalkan, hanya karena kebodohan orang yang berpikiran lemah dalam agama maupun mempertimbangkan pendapat salah satu ahli bid’ah yang melemparkan keragu-raguan di hati orang-orang beriman. Semestinya kita berpaling dari kebodohan semacam itu.
Hal yang sama juga berlaku untuk peristiwa menakjubkan air