-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 137
mengalir dari sela jari-jemari baginda, dan makanan yang sedikit menjadi melimpah, yang mana kedua peristiwa tersebut telah disaksikan dan dilaporkan oleh banyak sekali para Sahabat.
Banyak para Sahabat terdekat baginda yang telah menyaksikan dan meriwayatkan terjadinya aneka mukjizat, misalnya mereka yang berpartisipasi dalam peristiwa Hudaibiyah, peristiwa Tabuk, dan yang terlibat selama penggalian parit di Khondaq, juga peristiwa lainnya ketika berhadapan dengan orang-orang kafir.
Tak satupun para Sahabat bertentangan satu sama lain dalam meriwayatkan berbagai mukjizat, didalam apa yang baginda ucapkan maupun yang baginda lakukan. Para Sahabat juga tidak mengajukan keberatan pada pernyataan yang dikaitkan dengan mukjizat ketika diriwayatkan dimasa kemudian.
Masing-masing para Sahabat meriwayatkan mukjizat yang disaksikannya. Sudah menjadi karakter mereka untuk berani bicara benar, dan jika mereka mendengar sesuatu yang sudah diketahui umum maka mereka tidak takut untuk mengatakannya. Beberapa Sahabat telah melaporkan Sunnah (Jalan Nabi), Sirah (Riwayat Hidup Nabi), dan kata-kata Al-Quran, yang mempunyai kaitan dengan mukjizat baginda yang tak terbantahkan.
Untuk kutipan yang dihukumi lemah atau palsu yang dikatakan dari Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, padahal bukan, juga telah disusun secara rapi dan urut beserta nama-nama para pemalsunya.
(Sisipan Syeikh Darwish: Segala puji bagi Allah, saya (Darwish) telah diberkati untuk menyusun koleksi terbesar hadis palsu serta berisi daftar nama setiap pemalsunya. Hadis palsu jumlahnya kurang dari 1% dari total semua hadis sahih. Koleksi ini dapat didownload dari website Allah.com)
Ada beberapa tanda didalam kutipan kenabian yang mungkin muncul sebagai sesuatu yang mengaburkan makna ketika pertama kali diucapkan. Kutipan ini telah digunakan oleh orang-orang yang menentang Islam, untuk melemahkan kekuatan laporan. Namun, dengan berlalunya waktu, banyak pihak penentang yang kecewa, karena tanda-tanda akhirnya menjadi kenyataan. Hal yang sama berlaku untuk sabda Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkaitan dengan perkara gaib, dan nubuat baginda mengenai berbagai peristiwa yang ternyata kemudian terbukti benar, maka para penentang tidak dapat lagi menggunakannya sebagai alat untuk menyangkal.
Hakim Iyad memberitahu bahwa segala yang berkenaan dengan baginda telah dibuktikan kebenarannya. Kalau ada yang mengatakan riwayat-riwayat ini sampai kepada kita hanya melalui laporan dari satu orang saja, maka orang tersebut tidak mendalam pengetahuannya dalam bidang hadis dan ilmu keislaman lainnya.
Untuk bukti selanjutnya, hakim Iyad memberi informasi, bila seseorang telah mempelajari rantai (sanad) yang menghubungkan pelapor (perawi) yang satu dengan pelapor lainnya, entah kutipan kenabian atau sejarah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, pasti akan membenarkan keabsahan mukjizat yang dilaporkan. Mungkin juga bagi seseorang untuk menerima pengetahuan dari berbagai sumber pelaporan.
Banyak para Sahabat terdekat baginda yang telah menyaksikan dan meriwayatkan terjadinya aneka mukjizat, misalnya mereka yang berpartisipasi dalam peristiwa Hudaibiyah, peristiwa Tabuk, dan yang terlibat selama penggalian parit di Khondaq, juga peristiwa lainnya ketika berhadapan dengan orang-orang kafir.
Tak satupun para Sahabat bertentangan satu sama lain dalam meriwayatkan berbagai mukjizat, didalam apa yang baginda ucapkan maupun yang baginda lakukan. Para Sahabat juga tidak mengajukan keberatan pada pernyataan yang dikaitkan dengan mukjizat ketika diriwayatkan dimasa kemudian.
Masing-masing para Sahabat meriwayatkan mukjizat yang disaksikannya. Sudah menjadi karakter mereka untuk berani bicara benar, dan jika mereka mendengar sesuatu yang sudah diketahui umum maka mereka tidak takut untuk mengatakannya. Beberapa Sahabat telah melaporkan Sunnah (Jalan Nabi), Sirah (Riwayat Hidup Nabi), dan kata-kata Al-Quran, yang mempunyai kaitan dengan mukjizat baginda yang tak terbantahkan.
Untuk kutipan yang dihukumi lemah atau palsu yang dikatakan dari Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, padahal bukan, juga telah disusun secara rapi dan urut beserta nama-nama para pemalsunya.
(Sisipan Syeikh Darwish: Segala puji bagi Allah, saya (Darwish) telah diberkati untuk menyusun koleksi terbesar hadis palsu serta berisi daftar nama setiap pemalsunya. Hadis palsu jumlahnya kurang dari 1% dari total semua hadis sahih. Koleksi ini dapat didownload dari website Allah.com)
Ada beberapa tanda didalam kutipan kenabian yang mungkin muncul sebagai sesuatu yang mengaburkan makna ketika pertama kali diucapkan. Kutipan ini telah digunakan oleh orang-orang yang menentang Islam, untuk melemahkan kekuatan laporan. Namun, dengan berlalunya waktu, banyak pihak penentang yang kecewa, karena tanda-tanda akhirnya menjadi kenyataan. Hal yang sama berlaku untuk sabda Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkaitan dengan perkara gaib, dan nubuat baginda mengenai berbagai peristiwa yang ternyata kemudian terbukti benar, maka para penentang tidak dapat lagi menggunakannya sebagai alat untuk menyangkal.
Hakim Iyad memberitahu bahwa segala yang berkenaan dengan baginda telah dibuktikan kebenarannya. Kalau ada yang mengatakan riwayat-riwayat ini sampai kepada kita hanya melalui laporan dari satu orang saja, maka orang tersebut tidak mendalam pengetahuannya dalam bidang hadis dan ilmu keislaman lainnya.
Untuk bukti selanjutnya, hakim Iyad memberi informasi, bila seseorang telah mempelajari rantai (sanad) yang menghubungkan pelapor (perawi) yang satu dengan pelapor lainnya, entah kutipan kenabian atau sejarah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, pasti akan membenarkan keabsahan mukjizat yang dilaporkan. Mungkin juga bagi seseorang untuk menerima pengetahuan dari berbagai sumber pelaporan.