-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 138
Insya Allah lebih banyak mukjizat akan dibahas dan dijelaskan pada bagian selanjutnya.
Tantangan mukjizat Al-Qur'an
Syekh Darwish berkomentar: "Bagian berikut ini memperlihatkan tantangan Al-Qur'an dalam bahasa Arab. Untuk mempermudah masyarakat memahami Al-Qur'an, maka arti teks-teks Al-Quran disajikan dalam bahasa mereka masing-masing. Namun penting sekali disadari bahwa dari aspek manapun, seseorang tidak akan mampu mengalami kenikmatan sejati keindahan luar biasa Al-Qur'an sebagaimana yang ada dalam bahasa Arab, sebab kutipan selain bahasa Arab hanya bisa berusaha menyajikan dan memahami maknanya, karena susunan kata paling indah sekalipun, tidak akan mampu mengungkap keindahan Al-Qur’an dalam bahasa Arab."
Al-Qur'an versi bahasa Arab memiliki banyak segi yang tidak mungkin untuk ditiru. Segi tersebut merupakan tantangan unik yang gambarannya terbagi dalam beberapa aspek.
Aspek pertama menggambarkan keunggulan komposisi Al-Qur'an, gabungan struktur kata-katanya dan kefasihan serta keindahannya, yang jauh di luar jangkauan dan kemampuan orang Arab manapun bahkan yang paling ahli sekalipun.
Allah memberkati bangsa Arab dengan bakat alami dalam bidang bahasa. Pada saat Al-Qur'an diturunkan, bangsa Arab telah menguasai beraneka ekspresi dalam bahasa. Kefasihan mereka berbicara dan berkreasi dengan kata-kata yang indah telah melampaui bangsa manapun, yang pada saat itu tengah mencapai puncak kejayaannya, dan kecakapan mereka berbahasa mampu menyentuh kedalaman hati siapa saja. Untuk bangsa Arab, itu adalah fenomena alami dan bagian dari karakter mereka.
Orang-orang Arab menulis syair yang sangat kuat pengaruhnya dan bisa membangkitkan emosi seseorang, terkadang digunakan untuk memuji atau mencemarkan nama baik seseorang. Mereka juga menggunakan syair untuk mengungkapkan segala permintaan dan kesukaan mereka, serta untuk meninggikan atau menurunkan pangkat sesuatu. Penguasaan mereka telah mencapai tingkat yang tinggi, bahkan orang cerdas pun bisa tertipu. Mereka juga telah memanfaatkan syair sebagai alat untuk mengatasi perseteruan suku yang sudah berlangsung lama, menggugah hati para pengecut sehingga menjadi berani, membujuk si kikir menjadi pemurah, membuat yang tidak sempurna menjadi sempurna, dan merendahkan martabat golongan yang elit sehingga menjadi disepelekan.
Orang-orang Badui (mereka yang hidup di daerah pedalaman atau dipadang pasir) memakai bahasa Arab yang paling kaya ekspresi, karena mereka yang paling fasih dikalangan bangsa Arab. Orang Arab yang tinggal di daerah perkotaan juga mahir berbahasa yang fasih, dan mampu mengekspresikan diri secara mengagumkan hanya dengan beberapa kata. Kedua golongan masyarakat tersebut mampu berekspresi dalam segala perkara secara efektif dan meyakinkan, yang membuat mereka menjadi golongan yang unggul. Seringkali mereka mampu memecahkan permasalahan dengan kefasihan mereka berkata-kata.
Kefasihan adalah alat kepemimpinan mereka, dan mereka sanggup berbicara pada hal-hal yang penting maupun yang tidak penting. Mereka benar-benar jago berekspresi dan berolahkata menggunakan kata-kata yang langka. Banyak festival bernuansa syair yang mereka selenggarakan, dimana orang-orang dari segenap penjuru datang untuk berkompetisi, atau sekedar mendengarkan dan menikmati karya-karya mereka.
Masyarakat Arab yang terkenal kemahiran mereka dalam bidang bahasa, telah dibuat terkagum-kagum dan terpesona oleh kefasihan, kebenaran, dan struktur Al-Qur'an yang penuh arti. Hanya Utusan Allah saja yang diberi kekuasaan oleh-Nya, yang sanggup membuat mereka semua terpana. Allah berfirman, "Kepalsuan tidak mendatanginya dari depannya maupun dari belakangnya, diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." (Fussilat,41:42). Ayat dan kata-kata ini benar-benar tepat dan fasih, beda dengan yang lainnya.
Kemurnian
Tantangan mukjizat Al-Qur'an
Syekh Darwish berkomentar: "Bagian berikut ini memperlihatkan tantangan Al-Qur'an dalam bahasa Arab. Untuk mempermudah masyarakat memahami Al-Qur'an, maka arti teks-teks Al-Quran disajikan dalam bahasa mereka masing-masing. Namun penting sekali disadari bahwa dari aspek manapun, seseorang tidak akan mampu mengalami kenikmatan sejati keindahan luar biasa Al-Qur'an sebagaimana yang ada dalam bahasa Arab, sebab kutipan selain bahasa Arab hanya bisa berusaha menyajikan dan memahami maknanya, karena susunan kata paling indah sekalipun, tidak akan mampu mengungkap keindahan Al-Qur’an dalam bahasa Arab."
Al-Qur'an versi bahasa Arab memiliki banyak segi yang tidak mungkin untuk ditiru. Segi tersebut merupakan tantangan unik yang gambarannya terbagi dalam beberapa aspek.
Aspek pertama menggambarkan keunggulan komposisi Al-Qur'an, gabungan struktur kata-katanya dan kefasihan serta keindahannya, yang jauh di luar jangkauan dan kemampuan orang Arab manapun bahkan yang paling ahli sekalipun.
Allah memberkati bangsa Arab dengan bakat alami dalam bidang bahasa. Pada saat Al-Qur'an diturunkan, bangsa Arab telah menguasai beraneka ekspresi dalam bahasa. Kefasihan mereka berbicara dan berkreasi dengan kata-kata yang indah telah melampaui bangsa manapun, yang pada saat itu tengah mencapai puncak kejayaannya, dan kecakapan mereka berbahasa mampu menyentuh kedalaman hati siapa saja. Untuk bangsa Arab, itu adalah fenomena alami dan bagian dari karakter mereka.
Orang-orang Arab menulis syair yang sangat kuat pengaruhnya dan bisa membangkitkan emosi seseorang, terkadang digunakan untuk memuji atau mencemarkan nama baik seseorang. Mereka juga menggunakan syair untuk mengungkapkan segala permintaan dan kesukaan mereka, serta untuk meninggikan atau menurunkan pangkat sesuatu. Penguasaan mereka telah mencapai tingkat yang tinggi, bahkan orang cerdas pun bisa tertipu. Mereka juga telah memanfaatkan syair sebagai alat untuk mengatasi perseteruan suku yang sudah berlangsung lama, menggugah hati para pengecut sehingga menjadi berani, membujuk si kikir menjadi pemurah, membuat yang tidak sempurna menjadi sempurna, dan merendahkan martabat golongan yang elit sehingga menjadi disepelekan.
Orang-orang Badui (mereka yang hidup di daerah pedalaman atau dipadang pasir) memakai bahasa Arab yang paling kaya ekspresi, karena mereka yang paling fasih dikalangan bangsa Arab. Orang Arab yang tinggal di daerah perkotaan juga mahir berbahasa yang fasih, dan mampu mengekspresikan diri secara mengagumkan hanya dengan beberapa kata. Kedua golongan masyarakat tersebut mampu berekspresi dalam segala perkara secara efektif dan meyakinkan, yang membuat mereka menjadi golongan yang unggul. Seringkali mereka mampu memecahkan permasalahan dengan kefasihan mereka berkata-kata.
Kefasihan adalah alat kepemimpinan mereka, dan mereka sanggup berbicara pada hal-hal yang penting maupun yang tidak penting. Mereka benar-benar jago berekspresi dan berolahkata menggunakan kata-kata yang langka. Banyak festival bernuansa syair yang mereka selenggarakan, dimana orang-orang dari segenap penjuru datang untuk berkompetisi, atau sekedar mendengarkan dan menikmati karya-karya mereka.
Masyarakat Arab yang terkenal kemahiran mereka dalam bidang bahasa, telah dibuat terkagum-kagum dan terpesona oleh kefasihan, kebenaran, dan struktur Al-Qur'an yang penuh arti. Hanya Utusan Allah saja yang diberi kekuasaan oleh-Nya, yang sanggup membuat mereka semua terpana. Allah berfirman, "Kepalsuan tidak mendatanginya dari depannya maupun dari belakangnya, diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." (Fussilat,41:42). Ayat dan kata-kata ini benar-benar tepat dan fasih, beda dengan yang lainnya.
Kemurnian