-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 140
"Fulan akan menulis sebagaimana yang dikatakan kepadanya, dan
Fulan akan menulis sebagaimana yang dia inginkan."
Kalimat tersebut tampak sama namun sangat berbeda artinya. Kalimat yang pertama lebih baik daripada yang kedua.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang senantiasa peduli pada umat, telah mengetuk hati setiap orang agar beriman kepada Allah. Demi kebaikan umat manusia, baginda tidak pernah menyerah menegur orang-orang yang tak mau beriman. Baginda menegur dan memperingatkan mereka secara baik dan bijaksana. Baginda terus mengajak mereka beriman sambil menghadirkan bukti-bukti yang kuat. Orang-orang yang tetap menolak beriman jadi merasa terhina sendiri dengan kebenaran yang dipaparkan baginda, dan mereka memperparah kebodohan diri mereka sendiri.
Orang-orang tak beriman telah memperdayai diri mereka sendiri, dengan mengada-adakan masalah, kebohongan dan kepalsuan, hal ini tampak dalam ucapan-ucapan mereka:
Lalu dia berkata: "(Al Quran) Ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". (Al-Muddatstsir,74:24-25)
"Sihir yang berkesinambungan." (Al-Qomar,54:2)
"Kebohongan yang di ada-adakan." (Al-Furqon,25:4).
"Dongengan kuno." (Al-An'am,6:25)
Mereka justru merasa bangga dan puas menipu diri sendiri, sebagaimana perkataan mereka:
"Hati kami tertutup." (Al-Baqoroh,2:88).
"Hati kami dalam tutupan dari apa yang kamu menyeru kami kepadanya, dan didalam telinga kami ada sumbatan, dan antara kami dan kamu ada selubung." (Fussilat,41:5).
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran Ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka". (Fussilat,41:26).
Fulan akan menulis sebagaimana yang dia inginkan."
Kalimat tersebut tampak sama namun sangat berbeda artinya. Kalimat yang pertama lebih baik daripada yang kedua.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang senantiasa peduli pada umat, telah mengetuk hati setiap orang agar beriman kepada Allah. Demi kebaikan umat manusia, baginda tidak pernah menyerah menegur orang-orang yang tak mau beriman. Baginda menegur dan memperingatkan mereka secara baik dan bijaksana. Baginda terus mengajak mereka beriman sambil menghadirkan bukti-bukti yang kuat. Orang-orang yang tetap menolak beriman jadi merasa terhina sendiri dengan kebenaran yang dipaparkan baginda, dan mereka memperparah kebodohan diri mereka sendiri.
Orang-orang tak beriman telah memperdayai diri mereka sendiri, dengan mengada-adakan masalah, kebohongan dan kepalsuan, hal ini tampak dalam ucapan-ucapan mereka:
Lalu dia berkata: "(Al Quran) Ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". (Al-Muddatstsir,74:24-25)
"Sihir yang berkesinambungan." (Al-Qomar,54:2)
"Kebohongan yang di ada-adakan." (Al-Furqon,25:4).
"Dongengan kuno." (Al-An'am,6:25)
Mereka justru merasa bangga dan puas menipu diri sendiri, sebagaimana perkataan mereka:
"Hati kami tertutup." (Al-Baqoroh,2:88).
"Hati kami dalam tutupan dari apa yang kamu menyeru kami kepadanya, dan didalam telinga kami ada sumbatan, dan antara kami dan kamu ada selubung." (Fussilat,41:5).
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran Ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka". (Fussilat,41:26).