Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 151

Rasa kagum dan takut yang menggugah hati saat mendengarkan Al Qur'an
Sisi lain keunikan Al Qur'an adalah timbulnya ketakutan dihati orang-orang tak beriman yang mendengarkannya, sekaligus merangsang telinga untuk mendengarnya. Al Qur'an juga bisa menghentakkan kekaguman apabila dilantunkan kepada mereka sebab kemegahan dan kehebatannya.
Al Qur'an merupakan hal besar bagi mereka yang menolak dan mendustakannya, sehingga mereka merasa berat ketika mendengarkannya. Tentang mereka, Allah berfirman, "Dan Kami letakkan tutupan diatas hati mereka dan sumbatan ditelinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan ketika engkau menyebut Penguasamu sendirian didalam Al Qur'an, mereka berpaling kebelakang dalam keengganan." (Al Isro', 17:46)
Ketika mendengar Keesaan Sang Pencipta didalam pelantunan AlQur’an, orang-orang kafir semakin ingin menjauhkan diri darinya dan berharap segera dihentikan lantunannya, sebab kebencian mereka yang mendalam.
Sedangkan orang-orang yang beriman, mengalami ketakutan karena besarnya wibawa Al Qur'an sekaligus terpesona mengaguminya. Ketika dilantunkan, mereka semakin tertarik, merasa bersuka cita dan gembira. Al Qur'an menjadi sumber kegembiraan mereka, yang menyebabkan hati condong kepadanya dan membenarkannya. Allah berfirman, "Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Penguasa mereka kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah." (Az-Zumar,39:23).
Juga terdapat firman-Nya, "Seandainya Kami menurunkan AlQur'an ini diatas sebuah gunung, pasti kamu melihatnya merendah diri seraya hancur berkeping-keping disebabkan takut kepada Allah." (Al-Hasyr,59:21).
Ayat diatas menunjukkan ciri khas Al Qur'an, yakni mampu memikat seseorang meskipun tidak tahu artinya dan tidak paham maksudnya. Suatu hari seorang Nasrani (pengikut Nabi Isa) kebetulan melewati seseorang yang melantunkan Al Qur'an. Si Nasrani lantas berhenti dan menangis. Saat ditanya apa yang menyebabkannya menangis, ia menjawab, "Karena kefasihan dan kemerduannya meresap kedalam hatiku."
Banyak yang mengalami ketakutan sekaligus terpesona pada Al Qur'an. Seringkali ditemukan laporan tentang orang-orang yang memeluk Islam setelah pertama kali mendengar Firman Allah, namun ada pula yang malah mungkir dan berpaling.
Jubair bin Muth'im berkata, "Waktu magrib, aku mendengar Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, melantunkan surah "At-Thur (Gunung Thur)", saat sampai pada ayat, "Ataukah mereka diciptakan dari tanpa sesuatu? atau mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?; Atau, apakah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Bahkan mereka tidak yakin; Atau, apakah harta karun Penguasamu dalam pemeliharaan mereka? ataukah mereka para pengendali?" (At-Thur,52:35-37). Begitu mendengarnya, hatiku jadi tergugah dan aku pun memeluk Islam.
Jubair juga berkata, "Itu pertama kalinya Islam menjadi penting dalam hatiku."
Suatu hari, Utbah bin Rabi'ah datang kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, untuk membahas Wahyu terbaru yang berbicara menentang penyembahan berhala sukunya. Baginda lalu melantunkan surah (Fussilat-Pembeda, surah ke 41) yang dimulai dengan ayat,
"Haa Miim; (Al-Qur’an ini) diturunkan dari Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang; Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui; yang membawa kabar gembira dan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya) serta tidak mendengarkan; Dan mereka berkata, 'Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya, dan telinga kami sudah tersumbat, dan diantara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami)';
Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku hanyalah seorang manusia sepertimu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhanmu adalah Satu Tuhan. Oleh karenanya, luruslah kepada-Nya