-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 202
dan mengikuti bimbingan Nabi Muhammad
pujian dan kesejahteraan atasnya
Allah berfirman,
"Katakanlah, 'Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi Muhammad), niscaya Allah akan mencintaimu, dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali-Imron,3:31).
"Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi buta huruf yang beriman kepada Allah dan Kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia supaya kamu terbimbing." (Al-A'rof,7:158).
"Maka demi Penguasamu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikanmu hakim dalam ketidaksepakatan diantara mereka, kemudian mereka tidak mendapati keberatan didalam diri mereka terhadap apa yang kamu putuskan, dan mereka berserah diri sepenuhnya." (An-Nisa',4:65).
Allah berfirman, "Pada Rasulullah, benar-benar terdapat teladan yang bagus bagimu untuk siapa yang mengharapkan Allah dan Hari Akhir." (Al-Ahzab,33,21).
Beberapa ulama menjelaskan 'teladan yang bagus' berarti tokoh panutan yang sudah sepatutnya untuk ditiru yaitu dengan mengikuti jalan kehidupannya dan tidak menentangnya, baik dalam kata-kata atau perbuatan.
Oleh karena itu, barangsiapa mengikuti perintah Allah untuk mencontoh Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah dijanjikan oleh-Nya bahwa mereka akan terbimbing, karena Allah mengutus baginda dengan bimbingan-Nya dan Agama kebenaran untuk menyucikan kita, dan untuk mengajari kita kitab suci Al-Qur'an beserta hikmat kebijaksanaan, yang semuanya itu membimbing ke jalan yang lurus.
Dari ayat ini, "Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi Muhammad), Allah akan mencintaimu, dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali-Imron,3:31) dipahami bahwa siapapun yang mengikuti Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan lebih mengutamakan baginda melebihi segala keinginan pribadi dan kehendak hati, maka akan diampuni dan dicintai oleh Allah. Dasar kuatnya keimanan adalah ketundukan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, disertai kepuasan pada hukum baginda dan tidak bertentangan dengan baginda.
Kecintaan seorang penyembah kepada Allah dan Rasul-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, terletak pada ketaatan dan kerelaan dengan perintah segala Allah dan Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, untuk penyembah yang semacam ini, Allah mencurahkan kasih sayang-Nya dengan mengampuni mereka serta memberkati mereka dengan rahmat-Nya. Perhatian kita dibawa pada fakta bahwa cinta dari Allah terwujud dalam bentuk anugerah perlindungan dan kesuksesan , sedangkan cinta seorang hamba terwujud dalam bentuk ketaatan.
Seorang penyair menulis:
"Apakah kamu tidak mematuhi Allah, padahal kamu mengaku mencintai-Nya?
Demi hidupku, ini sebuah logika yang aneh!
Jika cintamu sudah benar, niscaya kamu mematuhi-Nya.
Seorang pecinta mematuhi siapa yang dicintainya."
Cinta seorang penyembah diekspresikan dalam bentuk pengagungan kepada Allah serta ketakwaan kepada-Nya, sedangkan cinta Allah untuk penyembah-Nya adalah rahmat yang Dia anugerahkan bersamaan dengan kepedulian untuknya.
pujian dan kesejahteraan atasnya
Allah berfirman,
"Katakanlah, 'Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi Muhammad), niscaya Allah akan mencintaimu, dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali-Imron,3:31).
"Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi buta huruf yang beriman kepada Allah dan Kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia supaya kamu terbimbing." (Al-A'rof,7:158).
"Maka demi Penguasamu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikanmu hakim dalam ketidaksepakatan diantara mereka, kemudian mereka tidak mendapati keberatan didalam diri mereka terhadap apa yang kamu putuskan, dan mereka berserah diri sepenuhnya." (An-Nisa',4:65).
Allah berfirman, "Pada Rasulullah, benar-benar terdapat teladan yang bagus bagimu untuk siapa yang mengharapkan Allah dan Hari Akhir." (Al-Ahzab,33,21).
Beberapa ulama menjelaskan 'teladan yang bagus' berarti tokoh panutan yang sudah sepatutnya untuk ditiru yaitu dengan mengikuti jalan kehidupannya dan tidak menentangnya, baik dalam kata-kata atau perbuatan.
Oleh karena itu, barangsiapa mengikuti perintah Allah untuk mencontoh Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah dijanjikan oleh-Nya bahwa mereka akan terbimbing, karena Allah mengutus baginda dengan bimbingan-Nya dan Agama kebenaran untuk menyucikan kita, dan untuk mengajari kita kitab suci Al-Qur'an beserta hikmat kebijaksanaan, yang semuanya itu membimbing ke jalan yang lurus.
Dari ayat ini, "Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi Muhammad), Allah akan mencintaimu, dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali-Imron,3:31) dipahami bahwa siapapun yang mengikuti Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan lebih mengutamakan baginda melebihi segala keinginan pribadi dan kehendak hati, maka akan diampuni dan dicintai oleh Allah. Dasar kuatnya keimanan adalah ketundukan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, disertai kepuasan pada hukum baginda dan tidak bertentangan dengan baginda.
Kecintaan seorang penyembah kepada Allah dan Rasul-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, terletak pada ketaatan dan kerelaan dengan perintah segala Allah dan Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, untuk penyembah yang semacam ini, Allah mencurahkan kasih sayang-Nya dengan mengampuni mereka serta memberkati mereka dengan rahmat-Nya. Perhatian kita dibawa pada fakta bahwa cinta dari Allah terwujud dalam bentuk anugerah perlindungan dan kesuksesan , sedangkan cinta seorang hamba terwujud dalam bentuk ketaatan.
Seorang penyair menulis:
"Apakah kamu tidak mematuhi Allah, padahal kamu mengaku mencintai-Nya?
Demi hidupku, ini sebuah logika yang aneh!
Jika cintamu sudah benar, niscaya kamu mematuhi-Nya.
Seorang pecinta mematuhi siapa yang dicintainya."
Cinta seorang penyembah diekspresikan dalam bentuk pengagungan kepada Allah serta ketakwaan kepada-Nya, sedangkan cinta Allah untuk penyembah-Nya adalah rahmat yang Dia anugerahkan bersamaan dengan kepedulian untuknya.