-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 212
Muhammad
pujian dan kesejahteraan atasnya
Orang yang mengaku mencintai seseorang, akan lebih mengutamakannya dari semua orang serta menyukai apapun yang disukainya. Bila tidak demikian, maka cintanya tidak tulus dan ia hanya mengaku-ngaku saja. Tanda-tanda dibawah ini, akan terlihat pada orang yang sungguh-sungguh mencintai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Sebuah tanda cinta untuk Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah mengikuti apa yang telah dicontohkan baginda, menerapkan sunnah (cara kenabian) dalam kata-kata dan perbuatan, serta patuh pada perintah baginda dan menghindari apapun yang dilarang baginda, juga meniru akhlak baginda di masa senang maupun susah, ketika untung atau rugi. Allah berfirman, "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Bila kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu." (Ali-Imron,3:31).
Orang yang mencintai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, akan menyisihkan segala keinginan hawa nafsunya dalam rangka menegakkan hukum yang dibangun oleh baginda.
Allah berfirman, "Dan orang-orang yang telah menempati negeri itu (yakni kota Madinah) dan telah beriman (yang dimaksud ialah kaum Anshoor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)." (Al-Hasyr,59:9).
Jika seseorang memiliki kualitas yang bagus ini, maka ia memiliki cinta yang sempurna untuk Allah dan Rasul-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya. Jika ditemukan sedikit berkurang dalam kualitas ini, maka cintanya tidak sempurna, tetapi bukan berarti tidak memiliki cinta tersebut. Buktinya ditemukan didalam perkataan baginda ketika seseorang hendak menghadapi hukuman karena minum minumam keras. Saat oknum tersebut akan menerima hukumannya, seorang pria mengutuk si pelaku pelanggaran, lalu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Jangan melaknatnya. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Termasuk juga tanda mencintai Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah berulang kali menyebut baginda. Barangsiapa mencintai sesuatu, maka terus-menerus disebut di lidahnya.
pujian dan kesejahteraan atasnya
Orang yang mengaku mencintai seseorang, akan lebih mengutamakannya dari semua orang serta menyukai apapun yang disukainya. Bila tidak demikian, maka cintanya tidak tulus dan ia hanya mengaku-ngaku saja. Tanda-tanda dibawah ini, akan terlihat pada orang yang sungguh-sungguh mencintai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Sebuah tanda cinta untuk Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah mengikuti apa yang telah dicontohkan baginda, menerapkan sunnah (cara kenabian) dalam kata-kata dan perbuatan, serta patuh pada perintah baginda dan menghindari apapun yang dilarang baginda, juga meniru akhlak baginda di masa senang maupun susah, ketika untung atau rugi. Allah berfirman, "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Bila kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu." (Ali-Imron,3:31).
Orang yang mencintai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, akan menyisihkan segala keinginan hawa nafsunya dalam rangka menegakkan hukum yang dibangun oleh baginda.
Allah berfirman, "Dan orang-orang yang telah menempati negeri itu (yakni kota Madinah) dan telah beriman (yang dimaksud ialah kaum Anshoor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)." (Al-Hasyr,59:9).
Jika seseorang memiliki kualitas yang bagus ini, maka ia memiliki cinta yang sempurna untuk Allah dan Rasul-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya. Jika ditemukan sedikit berkurang dalam kualitas ini, maka cintanya tidak sempurna, tetapi bukan berarti tidak memiliki cinta tersebut. Buktinya ditemukan didalam perkataan baginda ketika seseorang hendak menghadapi hukuman karena minum minumam keras. Saat oknum tersebut akan menerima hukumannya, seorang pria mengutuk si pelaku pelanggaran, lalu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Jangan melaknatnya. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Termasuk juga tanda mencintai Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah berulang kali menyebut baginda. Barangsiapa mencintai sesuatu, maka terus-menerus disebut di lidahnya.