-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 213
Rindu bertemu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah di antara tanda yang lain. Setiap pecinta merindukan untuk bisa bersama yang mereka cintai. Ketika orang-orang Asy’ariyyin tiba di Madinah, terdengar mereka bernyanyi, "Besok, kita akan bersama orang-orang yang kita cintai, Muhammad dan para Sahabatnya!"
Seperti halnya menyebut-nyebut Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tanda lainnya adalah memuji dan menghormati baginda serta memperlihatkan kerendahan hati tiap kali baginda disebut, dan merendahkan diri sendiri ketika mendengar nama baginda. Kita diberitahu oleh Ishaq At-Tujiibiy bahwa setelah baginda meninggal dunia, setiap kali para Sahabat mendengar nama baginda mereka menjadi rendah hati, kulit mereka gemetar dan mereka menangis. Adapun para tabi’in (generasi setelah sahabat) ada yang melakukan hal-hal tersebut karena mencintai dan merindukan baginda (sama seperti para Sahabat), dan ada pula yang melakukannya karena disebabkan rasa hormat dan penghargaan (kepada beliau).
Di antara tanda mencintai baginda adalah mencintai orang-orang yang dicintai baginda yaitu ahli bait (keluarganya) baginda dan para Sahabat baginda - kaum Muhajirin dan Ansar. Orang yang mempunyai tanda ini akan ditemukan bermusuhan dengan orang-orang yang membenci mereka.
Juga di antara tanda-tanda mencintai beliau adalah cinta kepada siapa saja yang dicintai oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan Orang-orang yang memiliki hubungan dengan beliau baik ahlu baitnya serta para Sahabatnya dari para Emigran (kaum Muhaajiriin) dan para Penolong (kaum Anshoor), serta memusuhi siapa saja yang memusuhi mereka, dan membenci siapa saja yang membenci mereka. Maka barangsiapa yang mencintai sesuatu (atau seseorang) maka pasti ia akan mencintai orang-orang yang dicintainya.
Untuk Al-Hasan dan Al-Husain, semoga Allah meridhai mereka, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berdoa, "Ya Allah, saya mencintai mereka, maka cintailah mereka." Baginda telah bersabda, "Barangsiapa membenci mereka, maka membenci aku." Untuk Al-Hasan, Nabi berdoa, "Ya Allah, saya mencintainya, cintailah siapapun yang mencintainya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata kepada imam Ali, "Hanya orang beriman yang akan mencintaimu, dan hanya orang munafik yang akan membencimu." (Syeikh Darwish menambahkan: Hafiz Ibnu Hajar yang termasuk diantara perawi hadis tersebut, mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah telah menandai dirinya sendiri dengan kemunafikan, ini karena Ibnu Taimiyah mengetahui suatu hadis kemudian mengutipnya tetapi melakukan tindakan yang bertentangan dengan hadis tersebut. Jadi terbukti kalau Ibnu Taimiyah membenci Imam Ali. Di dalam buku yang terkenal susunan Syekh Al-Hafiz Ahmad Ghumari, telah terdaftar 16 kejadian terkait Ibnu Taimiyah memfitnah Imam Ali).
Mengenai salah satu keluarga baginda, Siti Fatimah, semoga Allah meridhainya, Nabi Muhammad bersabda, "Dia bagian dari diriku, barangsiapa membencinya, maka membenci aku."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu Siti Aisyah perihal Usamah bin Zaid, "Cintailah ia karena aku mencintainya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berbicara tentang orang-orang Ansar, seraya bersabda, "Tanda keimanan yang benar adalah cinta kepada Ansar, sedang tanda kemunafikan adalah benci kepada mereka."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Takwalah kepada Allah, Takwalah kepada Allah! Jangan jadikan para Sahabatku sebagai target (sasaran) setelahku! Barangsiapa mencintai mereka maka cintailah mereka karena mereka mencintaiku, dan barangsiapa membenci mereka maka sama dengan kebencian kepadaku. Siapa yang menyakiti mereka, maka menyakiti aku. Barangsiapa melakukan sesuatu yang menyakitkan aku maka hal itu seperti menyakiti Allah. Barangsiapa melakukan sesuatu
Seperti halnya menyebut-nyebut Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tanda lainnya adalah memuji dan menghormati baginda serta memperlihatkan kerendahan hati tiap kali baginda disebut, dan merendahkan diri sendiri ketika mendengar nama baginda. Kita diberitahu oleh Ishaq At-Tujiibiy bahwa setelah baginda meninggal dunia, setiap kali para Sahabat mendengar nama baginda mereka menjadi rendah hati, kulit mereka gemetar dan mereka menangis. Adapun para tabi’in (generasi setelah sahabat) ada yang melakukan hal-hal tersebut karena mencintai dan merindukan baginda (sama seperti para Sahabat), dan ada pula yang melakukannya karena disebabkan rasa hormat dan penghargaan (kepada beliau).
Di antara tanda mencintai baginda adalah mencintai orang-orang yang dicintai baginda yaitu ahli bait (keluarganya) baginda dan para Sahabat baginda - kaum Muhajirin dan Ansar. Orang yang mempunyai tanda ini akan ditemukan bermusuhan dengan orang-orang yang membenci mereka.
Juga di antara tanda-tanda mencintai beliau adalah cinta kepada siapa saja yang dicintai oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan Orang-orang yang memiliki hubungan dengan beliau baik ahlu baitnya serta para Sahabatnya dari para Emigran (kaum Muhaajiriin) dan para Penolong (kaum Anshoor), serta memusuhi siapa saja yang memusuhi mereka, dan membenci siapa saja yang membenci mereka. Maka barangsiapa yang mencintai sesuatu (atau seseorang) maka pasti ia akan mencintai orang-orang yang dicintainya.
Untuk Al-Hasan dan Al-Husain, semoga Allah meridhai mereka, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berdoa, "Ya Allah, saya mencintai mereka, maka cintailah mereka." Baginda telah bersabda, "Barangsiapa membenci mereka, maka membenci aku." Untuk Al-Hasan, Nabi berdoa, "Ya Allah, saya mencintainya, cintailah siapapun yang mencintainya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata kepada imam Ali, "Hanya orang beriman yang akan mencintaimu, dan hanya orang munafik yang akan membencimu." (Syeikh Darwish menambahkan: Hafiz Ibnu Hajar yang termasuk diantara perawi hadis tersebut, mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah telah menandai dirinya sendiri dengan kemunafikan, ini karena Ibnu Taimiyah mengetahui suatu hadis kemudian mengutipnya tetapi melakukan tindakan yang bertentangan dengan hadis tersebut. Jadi terbukti kalau Ibnu Taimiyah membenci Imam Ali. Di dalam buku yang terkenal susunan Syekh Al-Hafiz Ahmad Ghumari, telah terdaftar 16 kejadian terkait Ibnu Taimiyah memfitnah Imam Ali).
Mengenai salah satu keluarga baginda, Siti Fatimah, semoga Allah meridhainya, Nabi Muhammad bersabda, "Dia bagian dari diriku, barangsiapa membencinya, maka membenci aku."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu Siti Aisyah perihal Usamah bin Zaid, "Cintailah ia karena aku mencintainya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berbicara tentang orang-orang Ansar, seraya bersabda, "Tanda keimanan yang benar adalah cinta kepada Ansar, sedang tanda kemunafikan adalah benci kepada mereka."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Takwalah kepada Allah, Takwalah kepada Allah! Jangan jadikan para Sahabatku sebagai target (sasaran) setelahku! Barangsiapa mencintai mereka maka cintailah mereka karena mereka mencintaiku, dan barangsiapa membenci mereka maka sama dengan kebencian kepadaku. Siapa yang menyakiti mereka, maka menyakiti aku. Barangsiapa melakukan sesuatu yang menyakitkan aku maka hal itu seperti menyakiti Allah. Barangsiapa melakukan sesuatu