Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 214

yang tampak menyakitkan bagi Allah maka DIA akan menyiksanya."
Faktanya adalah ketika kita mencintai seseorang, maka kita mencintai segala sesuatu yang dicintai orang tersebut. Inilah yang sungguh terjadi dengan para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'tabi'in (dua generasi yang mengikuti para Sahabat), sebab cinta mereka kepada baginda, mereka hanya mengerjakan segala hal yang diperbolehkan dan menahan hawa nafsu mereka.
Anas pernah melihat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memilih sepotong labu, lalu Anas berkata, "Sejak hari itu aku mencintai labu."
Al Hasan, cucu baginda, telah pergi dengan Ja'far kepada Salma dan meminta Salma supaya menyiapkan makanan yang biasa dimakan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Umar memakai sepasang sandal yang terbuat dari kulit sapi, dan suka mencelup baju dengan warna kuning, karena ia pernah melihat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, melakukannya.
Tanda lain mencintai baginda adalah benci terhadap siapapun yang membenci Allah dan Rasul-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, yaitu orang-orang yang memperlihatkan permusuhan terhadap Allah dan Rasul-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya. Kaum mukminin yang memiliki tanda ini, menghindari semua yang menyimpang dari cara kenabian (sunnah), serta dalam pertentangan dengan orang-orang yang memperkenalkan inovasi (bid'ah) didalam cara kenabian (yang tidak sesuai dengan prinsip keislaman), mereka juga dalam pertentangan dengan orang-orang yang merasa berat dengan Hukum yang telah didirikan baginda.
Allah berfirman, "Engkau (Muhammad) tidak akan menemukan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Hasyr,58:22).
(Sisipan Syeikh Darwish: Ketika kita mengetahui baginda mengerjakan suatu amal perbuatan, kita hendaknya mengikuti sebanyak yang kita bisa, tetapi jika baginda memerintahkan agar tidak melakukan sesuatu, kita hendaknya segera berhenti dan tidak melakukannya. Namun, jika baginda tidak melakukan sesuatu, tidak ada kewajiban menahan diri untuk tidak melakukan hal tersebut kecuali bila diharamkan atau dilarang).
Para Sahabat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah siap menghadapi setiap anggota keluarga mereka yang menentang baginda.
Tanda lain cinta Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, ialah mencintai Al-Qur'an yang dibawa oleh baginda dimana melalui Al-Qur’an, baginda dan orang-orang menjadi terbimbing. Ketika ditanya tentang Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, berkata, "Akhlak baginda adalah Al-Qur'an." Termasuk bagian dari mencintai Al-Qur'an adalah mendengarkan bacaannya, bertindak sesuai dengannya, memahaminya, tetap dalam batas-batasnya, serta mencintai cara Nabi Muhammad (sunnah).