-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 223
Amr bin Al-Ash membicarakan cinta yang agung dan rasa hormatnya untuk baginda, seraya berkata, "Tidak ada yang lebih kucintai daripada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga tidak ada orang yang lebih kuhormati daripada baginda. Wibawa baginda membuatku tak sanggup menatap, disebabkan besarnya penghormatanku untuk baginda. Andai diminta menggambarkan baginda, aku tidak akan mampu melakukannya, karena aku tidak sanggup menatap baginda."
Anas memberitahu kita, "Rasulullah keluar ditemani oleh orang-orang Muhajirin dan Ansar, beserta Abu Bakar dan Umar. Kecuali Abu Bakar dan Umar, mereka semua memandang baginda seraya menundukkan pandangan. Mereka memandang Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan baginda memandang mereka, mereka tersenyum kepada baginda dan baginda tersenyum kepada mereka."
Usama bin Syarik menggambarkan suatu pertemuan yang dihadiri Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan beberapa Sahabatnya baginda. Usama berkata, "Aku datang kepada Nabi dan memperhatikan bahwa para Sahabat baginda duduk di sekitar baginda seolah-olah seperti ada burung bertengger diatas kepala mereka." Hind putri Abi Halah mengatakan sesuatu yang serupa, "Ketika baginda berbicara, mereka yang duduk di sekitar baginda menundukkan kepala mereka seolah-olah ada burung bertengger diatas mereka."
Ketika Urwah bin Mas'ud masih belum memeluk Islam, ia dikirim oleh orang-orang Quraisy sebagai duta kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sebelum penandatanganan persetujuan Hudaibiyah. Urwah dikejutkan dengan penghormatan luar biasa para Sahabat untuk Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Urwah berkomentar kalau sebelumnya ia belum pernah melihat ada penghormatan yang begitu besar dipersembahkan untuk seseorang. Urwah selanjutnya berkata, setiap kali Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berwudhu, ia melihat para Sahabat bergegas memperoleh sisa air baginda, bahkan mereka hampir berkelahi untuk mendapatkannya. Mereka mengambil air ludah baginda dan mengusapnya ke sekujur wajah dan tubuh mereka. Jika ada sehelai rambut baginda yang gugur, mereka bergegas mengambilnya. Apabila baginda memberi perintah, mereka bergegas memenuhinya. Ketika baginda sedang bersama mereka atau saat baginda berbicara, mereka melirihkan suara mereka. Urwah memperhatikan, saking hormat para Sahabat kepada baginda hingga mereka tidak menatap kepada baginda.
Sekembalinya Urwah pada orang-orang Quraisy, ia memberitahu mereka, "Aku telah mengunjungi Kisra di kerajaannya, Kaisar di kekaisarannya, dan Negus di kerajaannya. Demi Allah, aku belum pernah melihat ada raja atau kaisar manapun, diperlakukan dengan penghormatan yang sama seperti yang diperlihatkan para Sahabat Muhammad kepada Muhammad."
Juga dilaporkan bahwa Urwah telah berkata, "Belum pernah aku melihat seorang raja dijunjung tinggi seperti Muhammad dijunjung oleh para Sahabatnya, dan aku telah melihat orang-orang yang tidak akan pernah meninggalkannya."
Anas menceritakan saat beliau melihat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bercukur, para Sahabat berdiri di sekeliling baginda, dan setiap kali ada beberapa helai rambut yang jatuh, satu dari mereka memungutnya.
Tholhah telah berbicara tentang waktu ketika para Sahabat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta seorang Badui bodoh agar bertanya kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengenai, seperti apakah orang yang telah memenuhi janji itu. Para Sahabat merasa malu bertanya secara langsung, karena besarnya rasa takzim mereka kepada baginda. Badui itu telah bertanya namun Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak segera menjawab. Ketika Tholhah tiba, baginda memandangnya dan melantunkan ayat "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah
Anas memberitahu kita, "Rasulullah keluar ditemani oleh orang-orang Muhajirin dan Ansar, beserta Abu Bakar dan Umar. Kecuali Abu Bakar dan Umar, mereka semua memandang baginda seraya menundukkan pandangan. Mereka memandang Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan baginda memandang mereka, mereka tersenyum kepada baginda dan baginda tersenyum kepada mereka."
Usama bin Syarik menggambarkan suatu pertemuan yang dihadiri Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan beberapa Sahabatnya baginda. Usama berkata, "Aku datang kepada Nabi dan memperhatikan bahwa para Sahabat baginda duduk di sekitar baginda seolah-olah seperti ada burung bertengger diatas kepala mereka." Hind putri Abi Halah mengatakan sesuatu yang serupa, "Ketika baginda berbicara, mereka yang duduk di sekitar baginda menundukkan kepala mereka seolah-olah ada burung bertengger diatas mereka."
Ketika Urwah bin Mas'ud masih belum memeluk Islam, ia dikirim oleh orang-orang Quraisy sebagai duta kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sebelum penandatanganan persetujuan Hudaibiyah. Urwah dikejutkan dengan penghormatan luar biasa para Sahabat untuk Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Urwah berkomentar kalau sebelumnya ia belum pernah melihat ada penghormatan yang begitu besar dipersembahkan untuk seseorang. Urwah selanjutnya berkata, setiap kali Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berwudhu, ia melihat para Sahabat bergegas memperoleh sisa air baginda, bahkan mereka hampir berkelahi untuk mendapatkannya. Mereka mengambil air ludah baginda dan mengusapnya ke sekujur wajah dan tubuh mereka. Jika ada sehelai rambut baginda yang gugur, mereka bergegas mengambilnya. Apabila baginda memberi perintah, mereka bergegas memenuhinya. Ketika baginda sedang bersama mereka atau saat baginda berbicara, mereka melirihkan suara mereka. Urwah memperhatikan, saking hormat para Sahabat kepada baginda hingga mereka tidak menatap kepada baginda.
Sekembalinya Urwah pada orang-orang Quraisy, ia memberitahu mereka, "Aku telah mengunjungi Kisra di kerajaannya, Kaisar di kekaisarannya, dan Negus di kerajaannya. Demi Allah, aku belum pernah melihat ada raja atau kaisar manapun, diperlakukan dengan penghormatan yang sama seperti yang diperlihatkan para Sahabat Muhammad kepada Muhammad."
Juga dilaporkan bahwa Urwah telah berkata, "Belum pernah aku melihat seorang raja dijunjung tinggi seperti Muhammad dijunjung oleh para Sahabatnya, dan aku telah melihat orang-orang yang tidak akan pernah meninggalkannya."
Anas menceritakan saat beliau melihat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bercukur, para Sahabat berdiri di sekeliling baginda, dan setiap kali ada beberapa helai rambut yang jatuh, satu dari mereka memungutnya.
Tholhah telah berbicara tentang waktu ketika para Sahabat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta seorang Badui bodoh agar bertanya kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengenai, seperti apakah orang yang telah memenuhi janji itu. Para Sahabat merasa malu bertanya secara langsung, karena besarnya rasa takzim mereka kepada baginda. Badui itu telah bertanya namun Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak segera menjawab. Ketika Tholhah tiba, baginda memandangnya dan melantunkan ayat "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah